Pemilihan Perangkat Desa Jabung Di Anulir Camat

JABUNG : Putusan sepihak camat Jabung yang membatalkan Perangkat desa jabung yakni KAUR dan KASI di desa Jabung kecamatan Jabung kabupaten lampung timur (Lamtim), yang telah di luluskan oleh panitia penyeleksi perangkat desa (P3D) jabung menuai kritik, rabu (7/8).

Pemilihan perangkat desa jabung yaitu kaur dan kasi dilaksanakan oleh P3D yang di bentuk oleh kepala desa jabung pada bulan juni 2019, dan telah dilaksanakan pemilihan serta tes tertulis oleh 17 peserta untuk menjadi KAUR dan KASI pada 29 juli 2019, lalu terpilih 6 peserta dari 17 peserta yang mendaftarkan diri dengan nilai terbaik yaitu : Herman, Mujianto, syahroni, iskandar zulkarnaen, Herwansya dan efendi, namun secara sepihak camat membatalkan keputusan yang dikeluarkan P3D itu sendiri.

“Kami bingung dengan keputusan camat membatalkan kami ber 6 yang lulus menjadi kaur dan kasi desa jabung, padahal kami sudah melalui aeleksi yang di adakan P3D desa jabung. Sebelumnya kami melalui tes tertulis di batalkan oleh camat Jabung berdasarkan usulan kepala Desa jabung pada tanggal 1 agustus kemarin,” papar Feri gunawan selaku koordinator dari 6 orang yang terpilih menjadi KAUR dan KASI desa jabung.

Menurutnya, apabila Kades jabung tidak setuju dengan 6 orang yang lulus dan terpilih menjadi KAUR dan KASI seharusnya jangan mengadakan seleksi KAUR dan KASI itu sendiri. Feri gunawan menyesalkan pihak kecamatan  dan desa Jabung yang membatalkan hasil tes yang di umumkan ketua panitia penyeleksi perangkat desa secara transparan dari hasil tes tertulis itu.

Ketua tim panitia penyeleksi perangkat desa jabung Abu Bakar, menyesalkan pembatalan yang di lakukan pihak kecamatan. Menurutnya Tes yang lakukan Tim seleksi sudah sesuai dengan aturan yang ada yaitu perda lampung timur no 10 tahun 2016. Dirinya selaku ketua panitia penyeleksi perangkat desa jabung telah mengumumkan dan menetapkan 6 orang yang lulus menjadi KAUR dan KASI, akan tetapi di anulir oleh camat dan kades jabung.

Heri febriansyah tokoh pemuda jabung yang juga lulusan sarjana hukum universitas pasundan itu mengatakan, Pemilihan perangkat desa tersebut sudah berdasarkan peraturan yang berlaku, dengan dibentuknya Panitia penyeleksi perangkat desa atau biasa disebut P3D. Maka, Putusan oleh P3D itu sah secara hukum dan tidak dapat di batalkan oleh siapapun, terlebih oleh camat yang membatalkan perangkat desa terpilih itu karena alasan menunggu aturan yang baru dari kabupaten lamtim.

“Dalam rumus hukum tidak dikenal yang seperti itu, tidak berlajannya suatu peristiwa hukum dikarenakan menunggu aturan yang baru jika memang ada aturan yang lama, akan tetapi aturan baru bisa mengenyampingkan aturan yang lama, karena alasan camat itu menunggu aturan yang baru maka ini terdengar janggal,” jelas Heri Febriansyah selaku tokoh pemuda Jabung sekaligus penerima kuasa dari pihak yang menang dalam pemilihan KAUR dan KASI desa Jabung.

Sementara terpisah Camat Jabung, Hendri Gunawan, mengaku pembatalan tersebut dikarenakan ada beberapa tahapan yang tidak terkoordinasi dengan kepala desa.

“Ada beberapa tahapan yang tidak di koordinasikan ke kepala desa jabung,” jelas Hendri.

(TIM)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!