Babak Baru Kasus Hilangnya Jurnalis Jamal Kashoggi

FIN – Keberadaan jurnalis Jamal Kashoggi telah memasuki babak baru. Menurut pihak Arab Saudi, salah satu jurnalis Washington Post itu telah meninggal dunia, menyalahkan “operasi jahat” atas pembunuhan yang memicu kecaman internasional tersebut.

Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir dalam wawancaranya dengan Fox News mengatakan, jika aksi tersebut sebagai sebuah “kesalahan besar” dan membantah jika kematian pria 60 tahun itu, ada hubungannya dengan putra mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman.

Sebelumnya, pihak Arab Saudi meyakini jika Kashoggi telah meninggalkan gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, sekitar 2 Oktober 2018, di mana ia diketahui mengurus beberapa surat terkait dengan perceraiannya.

Tetapi pada hari Jumat (waktu setempat) akhir pekan lalu, Arab Saudi mengakui untuk pertama kalinya jika wartawan senior itu telah meninggal dunia, tewas dalam sebuah perkelahian. Sebuah klaim yang kemudian disambut skeptisisme luas.

Sementara para pejabat Turki meyakini jika Khashoggi, jurnalis yang terkenal akan tulisannya yang mengkritisi pemerintah Saudi itu, dibunuh oleh tim agen Saudi di dalam gedung konsulat dan mengatakan bahwa mereka memiliki bukti atas klaim tersebut.

Komentar yang dilontarkan Adel al-Jubeir, menggambarkan insiden itu sebagai pembunuhan, dan berjanji akan mengungkatp misteri dari kasus yang sedang mendapatkan perhatian dunia luas tersebut.

“Kami bertekad untuk mengetahui semua faktanya. Kami bertekad untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini,” kata Adel al-Jubeir mengutip BBC (22/10).

“Mereka yang melakukan ini berada di luar otoritas mereka. Jelas sekali ada kesalahan besar yang dibuat, dan apa kesalahannya yang menyebabkan masalah ini semakin memburuk adalah karena ada upaya untuk menutupinya,” kata dia.

Adel al-Jubeir menegaskan jika pihaknya bertekad untuk menemukan semua fakta dan untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini.

Dia juga mengatakan bahwa mereka pihak Saudi tidak tidak tahu menahu tentang keberadaan mayat dari mantan pemimpin redaksi Al Arab News Channel itu dan bahwa terdapat keterkaitan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dalam kasus ini.

Tidak hanya itu, bahkan menurutnya, kepemimpinan senior dinas intelijen Arab Saudi sekalipun tidak menyadari akan hal ini.

Pernyataan ini melanjut pengakuan Arab Saudi pada hari Jumat lalu, bahwa pria kelahiran 1958 itu telah meninggal dunia. Pernyataan dari jaksa penuntut umum mengatakan jika pria kelahiran Madina itu, tewas dalam sebuah perkelahian dengan beberapa pihak rang yang ia temui di gedung konsulat.(ruf/fin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!