Orang yang Sudah Meninggal Dua Tahun lalu Dipanggil Bawaslu

Terkait Adanya Dugaan Money Politik

RADARLAMTIM.COM, LAMPUNG TIMUR – Ada cerita unik di balik ramainya komplik pasca pesta rakyat beberapa waktu lalu, di antaranya, salah satu warga yang telah meninggal dua (2) tahun silam di minta hadir ke kantor Bawaslu Provinsi Lampung, untuk dapat menyampaikan klarifikasinya.

Adalah Samijo (68) warga Dusun III Desa Toto Projo Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur  tegas di nyatakan pihak keluarga dan ahli waris, Senin (02/07),  dimana alm Samijo telah meninggal dunia pada  tahun 2016 silam karena sakit.

Hal tersebut di sampaikan pihak keluarga Purworiadi dan kerabat, dengan di dampingi salah satu organisasi masyarakat Kabupaten Lampung Timur Laskar Merah Putih.

Menurut para ahli waris Samijo, pihaknya sangat terkejut saat menerima surat panggilan Bawaslu atas nama Samijo warga Desa Toto Projo Kecamatan Way Bungur, sembari menunjukan bukti Surat Keterangan  kematian dari kantor Disdukcapil, no : 144/11/05/2008 dan surat keterangan Desa setempat.

Bahwa yang bersangkutan atas Nama Samijo 68 alamat Dusun III Desa Toto Projo Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur  meninggal pada tanggal 1 Juni 2016.

Sementara surat panggilan dari Bawaslu Provinsi Lampung

Nomor : 184/K.LA/ PM.06.01/VISI/2018, untuk memberikan keteranganya atas laporan adanya dugaan tindak pidana pemilihan  no 009/LP/PG/Prov/08.00/VI/2018.

Yang bunyinya, agar yang bersangkutan dapat memberikan keterangan atau klarifikasi terkait dengan peristiwa pembagian uang sejumlah Rp.50 ribu per orang dengan pecahan masing-masing 5 lembar Rp.10 ribu. Yang di lakukan oleh Ibu Siti Puriha dengan jumlah sebanyak 30 amplop.

Agar alm dapat memberikan keteranganya di kantor Bawaslu Provinsi Lampung di jalan Pulau Morotai No 10A, Kelurahan Jaga Baya Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lapung, pada hari Senin (02/07).

Amir Faisal Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Lampung timur menyayangkan sikap dan teledornya dari kalangan yang tidak menerima kekalahan, sehingga nekat bertindak dengan cara mencari-cari kesalahan semata.

“Kan itu tidak masuk di akal, kok bisa Bawaslu menanggapi laporan yang hanya mengada-ngada, orang yang sudah dua tahun meninggal dunia di panggil agar memberikan keterangan,” tandasnya. (ris)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!